8/1/15

Mimpiku

Ini bukan keluhanku, tapi ceritaku.

Mungkin aku yang menggantung mimpiku terlalu tinggi.
Atay mungkin aku yang terlalu kecil untuk meraih mimpi itu.
Entah...
Aku merasa mimpiku sangat jauh.
Mimpiku tidak sebesar mimpi orang lain.
Bahkan mimpiku terbilang sangat sederhana.

Aku tau semua jalan yang harus kulewati adalah proses pendewasaan, untuk menjadikan aku pribadi yang lebih baik nantinya.
Itu kalau aku berhasil melewatinya.
Kalau tidak? Entah jadi apa nanti.
Biar waktu yang menjawab.


xx, Carla

7/16/15

Jogjakarta

Ini kedua kalinya aku ke Jogja.
Tempat ini masih sama, masih membuatku jatuh cinta. Nyaman rasanya berada disini.
Udaranya, makanannya, orang orangnya, lalu lintasnya, hampir semua yang ada disini aku sukai.
Tujuan utamaku ke Jogja sebenarnya untuk mengikuti tes di universitas impianku, UGM. Namun aku menetap lebih lama dari seharusnya.
Kurang lebih 5 hari aku berada dijogja, aku pergi ke tempat tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Dari tempat wisata alam sampai tempat makan.

Hari pertama:
Aku sampai dijogja sekitar jam 15.30. Kemudian jam 16.30 aku dijemput temanku untuk berbuka puasa bersama. Buka puasa pertama, kami pergi ke House of Balcony. Tempatnya nyaman, dan tidak begitu ramai. Lokasinya ada di Ambarukmo Plaza lantai 2 kalau tidak salah. Harga makananya juga masih terhitung murah kalau dibandingkan dengan tempat serupa di Jakarta. Selanjutnya kami pergi ke Alive Fussion Dining. Tempatnya juga nyaman, tapi disini tidak begitu banyak makanan berat, lebih pas untuk sekedar nongkrong saja.

Hari kedua:
Setelah aku menyelesaikan masalah administrasi utuk testku di UGM, aku dan sepupuku (dan temannya) pergi ke Kalibiru. Semua karena instagram @explorejogja haha. Tempatnya cukup jauh dari kota. Kurang lebih memakan waktu 1 jam dengan mobil. Tapi tempatnya sangat worth it! Pemandangan waduk dari atas gunungnya sangat indah, bahkan kita bisa melihat laut dari atas sana. Setelah itu, kami mencoba salah satu makanan khas jogja Sate Klatak. Sebenarnya itu sate biasa, hanya saja ditusuk dengan besi dan dimakan dengan kuah. Malamnya, aku pergi lagi dengan temanku, karena aku sangat ingin makan bakmie jawa jadilah kami mencari bakmie jawa. Pencarian bakmie jawa kami gagal, tempat yang ingin kami kunjungi tutup. Karena tidaj begitu tahu Jogja, jadi kami mencari tempat makan yang cukup ramai, akhirnya kami berhenti di satu restoran sea food yang sedang ramai, kalau tidak salah namanya Tio Ciu chinese food & sea food.


Kalibiru, Kulon Progo
Hari ketiga:
Hari ketiga hampir seharian aku menjalani serangkaian test di UGM. Tidak banyak yang bisa diceritakan, karena dari pagi sampai sore hanya di UGM. Setelah test, aku dan sepupuku berbuka di de sushi, sebuah restoran sushi didekat UGM. Sushinya lumayan enak, dan harganya juga cukup murah. Malamnya, kami membeli makanan untuk sahur didekat kosan sepupuku. Nama tempatnya bakso lombok. Aku bisa mengatakan ini salah satu tempat bakso kesukaanku, rasanya sangat enak dan pedas, ah pokoknya aku suka makan disini.

Hari keempat:
Aku menjalani test interview di UGM sampai jam 10. Setelah itu, bermodal nekat aku dan sepupuku menyewa motor untuk jalan jalan. Tadinya kami hanya ingin berkeliling di sekitar kota saja. Namun akhirnya kami sampai di hutan pinus dan kebun buah mangunan. Saran dari kami: jangan ke tempat ini naik motor kalau tidak tahu jalannya seperti apa. Jalan menuju kesana kurang lebih seperti puncak, mungkin lebih curam. Tapi begitu sampai di tempat itu, kami sangat excited, ternyata tempatnya memang sebagus yang difoto. Pemandangan dari puncak kebun buah mangunan sangat indah. Aku seperti sedang melihat lukisan. Mataharinya cukup terik namun sejuk. Salah satu tempat wisata terbaik yang pernah ku kunjungi,


Hutan Pinus, Mangunan


Kebun Buah, Mangunan

Hari kelima:
Pagi pagi sekali kami sudah bersiap untuk pulang. Karena kereta yang akan kami tumpangi berangkat jam 7 pagi. Sedih akhirnya harus meninggalkan kota ini. Semoga aku bisa kembali dilain waktu. :)


xx, Carla

3/31/15

Pelangiku

Mengapa dia?
Akupun terus bertanya pada diriku sendiri
Dari sekian banyak laki-laki di dunia ini
Mengapa harus dia yang sanggup menjadi pelangiku
Iya, aku menyebutnya pelangkiku
Karena dia memang seperti itu
Datang setelah hujan membuat segalanya seakan terasa indah, kemudian pergi menghilang
Mestinya aku sadar, kalau ia hanya sementara
Aku begitu terpana akan indahnya yang sesaat
Iya, aku bodoh memang

------------------------------------------

Sekarang aku memutuskan untuk berhenti
Jujur tidak mudah, mengakhiri sesuatu yang bahkan tidak pernah dimulai
Tapi harus

xx, Carla

1/30/15

My Senior Year Life

Masuk bulan ke 2 di tahun 2015
Berarti 2 bulan lagi masaku pakai seragam putih abu abu berakhir
Sama sekali gak berasa, rasanya belum lama gue masuk SMA, pindah ke 61, masuk OSIS, sebentar lagi udah harus menanggalkan semua atribut sekolah
Iya, waktu emang rasanya cepat berlalu kalau kita enjoy

Jadi anak kelas 12 itu bisa di deskripsiin pake satu kata
Sibuk!
Try out sana sini, tugas ini itu, belajar, main, semuanya harus dibagi rata
Jadi anak kelas 12 di 61 sama sekali gak bosenin, sedikit capek  sih tapi gak berasa kalo dilewatinnya sambil enjoy
Ujian praktek aerobik, bikin film Pkn, gambar ornamen, itu mungkin tugas yang paling seru selama di kelas 12
Untuk beberapa orang mungkin tugas kayak gini malah nyusahin dan ngurangin waktu belajar
Tapi buat gue yang emang dasarnya gak bisa diem, ini media untuk ngabis ngabisin energi
Ya lumayan refreshing sedikit, gak betah juga duduk lama lama dibangku ngerjain soal

Masuk semester 2, kesekolah cuma bawa tas isi kertas sama tempat pensil
Gak bawa buku lagi, kalopun bawa paling ya buku UN atau buku GO yang isinya soal juga
Beda banget rasanya sama kelas 11 yang bawa buku 1 tas aja nggak cukup

Semoga di tahun ini gue, temen temen gue, dan semua anak kelas 12 bisa lulus dengan nilai memuaskan dan diterima di universitas pilihan :)


Ini gambar ornamen gue, Wheel of Happiness

xx, Carla

1/23/15

Adelaide Sky

"I need to know what's on your mind
These coffee cups are getting cold..."


Saya salah satu orang yang pernah merasakan jatuh cinta.
Mungkin kalian juga?
Tapi ada sedikit penyesalan yang saya rasakan sekarang.
Bukan karena saya pernah jatuh cinta padanya.
Saya pernh bahagia mencintainya, walau kadang sakit juga.
Yang saya sesali...
Sepertinya saya masih mencintainya.

"I'll admit a cliche
Things won't be the same without you..."


Entah bagaimana bisa, saya bisa jatuh cinta padanya.
Padahal saya tau betul, saya benci orang dengan karakter seperti dia.
Tempeamental, kekanak-kanakan, kadang juga pembohong.
Tapi nyatanya, saya bisa mencintai dia yang seperti itu.
Disaat semua yang (pernah) mencintainya, menyebutkan sisi baik yang ia punya.
Saya disini malah menganggap itu biasa saja, bisa dimiliki semua orang.
Sedangkan, sifatnya yang seperti ini.
Hanya dia yang punya...

"I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me..."


"Aku sayang kamu, semua sifat baik kamu, dan semua sifat buruk kamu. Soalnya itu semua bagian dari kamu, yang jadiin diri kamu yang sekarang"
Entah berapa kali saya mengatakan itu padanya.
Entah dia percaya atau tidak.
Tapi itu nyatanya.

"I'll repeat the cliche
Things won't be the same without you"


Saya seperti kehilangan selera untuk mencintai orang lain.
Mungkin saya trauma?
Atau mungkin karena masih ada dia dihati saya.
Saya ingin mencintai orang lain dan melupakan dia.
Tapi ternyata tidak semudah itu, bahkan untuk pergi dari bayang bayangnya, saya belum mampu.

"I've been meaning to call you soon
But we're in different times
You might not be home now
Would you take a message
I'll try to stay awake
And fight your presence in my head..."


Kita pernah berada di satu tempat mendengarkan lagu ini.
Tapi kita tidak bersama, dia bahkan tidak peduli dengan kehadiran saya.
Mungkin kamu tidak ingat, tapi saya ingat.
Waktu itu Adithia Sofyan bilang, "Untuk yang pergi, tanpa merasa bersalah".
Saya cuma bisa diam mendengarkan lagu ini, begitu juga kamu.
Kamu dengan orang lain, sedangkan saya sendiri.
Saya tidak akan mengganggu kebahagian dia sekarang.
Selama dia bahagia, saya bahagia.
Saya merasa cukup pernah menjadi alasan dia tersenyum dulu, dan saya masih bisa melihat senyuman itu.
Walaupun bukan saya lagi yang jadi alasannya.
Saya masih mendoakan dia, untuk kebahagiaannya.
Tapi saya juga berdoa untuk kebahagiaan saya, semoga saya bisa menemukan kebahagiaan saya sendiri tanpa dia.





xx, Carla