1/23/15

Adelaide Sky

"I need to know what's on your mind
These coffee cups are getting cold..."


Saya salah satu orang yang pernah merasakan jatuh cinta.
Mungkin kalian juga?
Tapi ada sedikit penyesalan yang saya rasakan sekarang.
Bukan karena saya pernah jatuh cinta padanya.
Saya pernh bahagia mencintainya, walau kadang sakit juga.
Yang saya sesali...
Sepertinya saya masih mencintainya.

"I'll admit a cliche
Things won't be the same without you..."


Entah bagaimana bisa, saya bisa jatuh cinta padanya.
Padahal saya tau betul, saya benci orang dengan karakter seperti dia.
Tempeamental, kekanak-kanakan, kadang juga pembohong.
Tapi nyatanya, saya bisa mencintai dia yang seperti itu.
Disaat semua yang (pernah) mencintainya, menyebutkan sisi baik yang ia punya.
Saya disini malah menganggap itu biasa saja, bisa dimiliki semua orang.
Sedangkan, sifatnya yang seperti ini.
Hanya dia yang punya...

"I'll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I'll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me..."


"Aku sayang kamu, semua sifat baik kamu, dan semua sifat buruk kamu. Soalnya itu semua bagian dari kamu, yang jadiin diri kamu yang sekarang"
Entah berapa kali saya mengatakan itu padanya.
Entah dia percaya atau tidak.
Tapi itu nyatanya.

"I'll repeat the cliche
Things won't be the same without you"


Saya seperti kehilangan selera untuk mencintai orang lain.
Mungkin saya trauma?
Atau mungkin karena masih ada dia dihati saya.
Saya ingin mencintai orang lain dan melupakan dia.
Tapi ternyata tidak semudah itu, bahkan untuk pergi dari bayang bayangnya, saya belum mampu.

"I've been meaning to call you soon
But we're in different times
You might not be home now
Would you take a message
I'll try to stay awake
And fight your presence in my head..."


Kita pernah berada di satu tempat mendengarkan lagu ini.
Tapi kita tidak bersama, dia bahkan tidak peduli dengan kehadiran saya.
Mungkin kamu tidak ingat, tapi saya ingat.
Waktu itu Adithia Sofyan bilang, "Untuk yang pergi, tanpa merasa bersalah".
Saya cuma bisa diam mendengarkan lagu ini, begitu juga kamu.
Kamu dengan orang lain, sedangkan saya sendiri.
Saya tidak akan mengganggu kebahagian dia sekarang.
Selama dia bahagia, saya bahagia.
Saya merasa cukup pernah menjadi alasan dia tersenyum dulu, dan saya masih bisa melihat senyuman itu.
Walaupun bukan saya lagi yang jadi alasannya.
Saya masih mendoakan dia, untuk kebahagiaannya.
Tapi saya juga berdoa untuk kebahagiaan saya, semoga saya bisa menemukan kebahagiaan saya sendiri tanpa dia.





xx, Carla

No comments:

Post a Comment